Sekjen Gapensi: BUMN Mendominasi, Serapan Lulusan Teknik Makin Miris
Bagikan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pertumbuhan positif jumlah proyek infrastruktur di Indonesia dianggap tidak sebanding dengan penyerapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kondisi ini menurut catatan Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) lantaran pengerjaan infrastruktur kini dimonopoli oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) BPP Gapensi, Andi Rukman Karumpa, mengungkapkan jika hal ini berdampak pada minimnya peluang kerja mahasiswa lulusan Teknik dalam negeri.

"Menurut saya masih sangat kecil, pertama memang kenapa kecil karena sebagian besar pengerjaan-pengerjaan mega proyek itu dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN," ucapnya saat ditemui di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar, Senin (2/12/2019).

Monopoli ini dimaksud lantaran perusahaan BUMN telah memiliki kerangka kerja yang cukup lengkap.

Seperti memiliki pasokan tenaga kerja hingga logistik.

"Perusahaan BUMN itu mereka sudah punya tenaga jadi betul-betul sudah mengusai rantai pasok, punya tenaganya, punya materialnya, punya duitnya, punya logistiknya," tambahnya.

Untuk memutus rantai ini Andi Rukman berharap adanya penerapan aturan yang tegas dan jelas.

Aturan yang dimaksud yakni terkait dengan kuota pengerjaan perusahaan lokal non pemerintah sebesar 30 persen.

"Kita berharap keinginan Presiden bahwa dengan Permen 7 dari PU itu bahwa setiap pekerjaan yang di atas 100 milyar dikerjakan di daerah manapun itu wajib diberikan 30 persen ke pengusaha lokal NGO kalau itu diterapkan maka perusahaan-perusahaan NGO ini akan menyerap tenaga-tenaga teknik yang tadi," harapnya.

Selain berharap pada penerapan aturan oleh Pemerintah, Gapensi juga sejauh ini berkomitmen mendekatkan diri dengan calon-calon SDM bidang keteknikan.

Peningkatan kualitas SDM ini demi bisa bersaing dengan tenaga-tenaga dari luar.

Salah satu tantangan dari program pembangunan infrastruktur adalah belum cukup tersedianya SDM baik dari jumlah maupun kualitasnya.

Olehnya itu menurut Andi Rukman bisa berimbas pada kualitas konstruksi bangunan/proyek.

Berdasarkan hal itulah Gapensi menggelar even bertajuk "Goes To Campus". Even ini hadir di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar, Senin (2/12/2019).

PNUP Makassar sendiri merupakan kampus keempat yang menjadi lokasi penyelenggaraan Gapensi Goes To Campus.

Sebelumnya kegiatan serupa telah berlangsung di Universitas Balikpapan, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Adapun even Goes To Campus ini menghadirkan dua kegiatan utama yakni Carrier Workshop dan Seminar Nasional.

Gapensi menggandeng sejumlah pihak dalam menyukseskan kegiatan ini seperti Pemprov Sulsel, Kementerian PUPR, dan Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi).

Kemudian juga bekerjsama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, dan Indonesian Society of Steel Construction (ISSC).

Perwakilan dari seluruh lembaga ini juga menjadi narasumber pada Carrier Workshop dan Seminar Nasional.

Andi Rukman menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini yakni mendekatkan pelaku atau pengusaha konstruksi dengan calon-calon SDM dari kalangan mahasiswa.

"Gapensi menjadi pelopor bagaimana mendekatkan pengusaha ini dengan mahasiswa supaya adik-adik kita ini mencintai produk-produk dalam negeri," ucapnya.

"Banyak adik-adik yang setelah selesai kuliah sulit mencari pekerjaan makanya Gapensi hadir supaya industri ini bisa tumbuh bukan hanya proyek infrastrukturnya tapi juga SDMnya," tutupnya. (tribun-timur.com)
berita ini telah tampil di halaman : tribunnews.com